Oleh : Dewi Agus Sulistyowati (Kelas XI FKK) Gemercik air memecah keheningan tanpa aba-aba, membuatku linglung. Di manakah tempat untukku berteduh? Aku juga ingin didengar, selayaknya makhluk. Di bawah atap yang sama, aku belajar bahwa rumah tak selalu berarti pulang. Hujan turun di malam hari seperti biasa, tetapi kali ini lebih deras. “Anggika, taruh embernya di bawah sana airnya masuk...