Tahukah Sobat GenLit!

Kegiatan awal Sosialisasi Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja pada bulan Mei 2026 lalu di SMK Negeri Dander yang diselenggarakan oleh Program Pengembangan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Pengurus Muhammadiyah (PDPM) Bojonegoro melibatkan 30 peserta didik ikut dalam program ini. Tidak hanya peserta didik, perwakilan 10 guru juga turut ikutserta mengikuti kegiatan awal tersebut sebagai bentuk penyampaian informasi penting tentang orientasi Program Literasi Digital disekolah.

Tidak terhenti pada tataran sosialisasi saja, program ini juga masih berlanjut ke program Pelatihan Guru dan Siswa Champion pada tanggal 15 Juni 2026. Setiap sekolah mengirimkan satu guru pendamping atau guru champion dan satu siswa champion. Tujuannya adalah sebagai perwakilan sekolah untuk bisa menjadi estafet penerus dan pelaksana Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja disekolah masing-masing. Dan SMK Negeri Dander terpilih dari 20 sekolah yang menjadi target dari PPM ExxonMobil Cepu Limited, tentunya ini menjadi kesempatan baik bagi sekolah untuk terus mengembangkan program literasi digital lebih baik kedepannya.  Perwakilan Coaching Guru Champion dari SMK Negeri Dander diwakili oleh Ibu Indrias Budi Utami, S.T.

Adapun kegiatan pada Pelatihan Guru Champion ini dipandu langsung oleh Coach Eko Sugiono. Beliau seorang praktisi yang sering berkaitan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sekaligus praktisi pemasaran digital, business coach serta narasumber literasi digital. Materi-materi yang disampaikan Beliau antara lain Mindset Shift & Data Unboxing, Hands-on AI & Siber Forensik, Simulasi Coaching 4 Proyek Siswa, Studio Regulasi (SOP) & Rencana Aksi.

Konten pada materi yang disajikan dalam pelatihan ini merupakan hal baru, menarik dan berhubungan dengan perkembangan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari khususnya para remaja. Bagaimana pengaruh dampak penggunaan AI yang telah melekat di dunia remaja saat ini mempengaruhi dalam setiap aktivitas mereka. Bagaimana memberikan wacana dan budaya literasi kepada para remaja untuk lebih peka dan berpikir lebih baik, mengkaji sebelum memutuskan dan bertindak. Penting bagi para remaja untuk mengenal Cyber Security Awarness, Anti-Cyberbullying, Etika AI dan Anti-Plagiarisme, serta Konten Produktif.

Perlunya edukasi disekolah bagaimana mereka memahami ancaman digital dan cara melindungi akun, perangkat, serta data pribadi. Mengenali perundungan di dunia maya dan membangun budaya komunikasi yang aman. Menggunakan AI secara bertanggung jawab, menghargai karya orang lain, dan menjaga kejujuran akademik. Menghasilkan karya digital yang bermanfaat, kreatif, informatif, dan bertanggung jawab.

Setelah pelaksanaan pelatihan Guru Champion ini diharapkan guru memahami perkembangan teknologi digital, keamanan siber, etika bermedia sosial, kecerdasan artifisial, serta tantangan yang dihadapi remaja di ruang digital. Guru mampu membimbing siswa mengenali penipuan digital, menjaga privasi, melindungi akun, menghindari cyberbullying, dan menghadapi risiko di internet. Guru mampu mengarahkan siswa untuk menghasilkan konten edukatif, karya digital, dan proyek positif yang bermanfaat bagi diri sendiri, sekolah, dan masyarakat. Guru Champion dapat menjadi penggerak, pendamping, dan mitra bagi guru lain, siswa, serta orang tua dalam menciptakan lingkungan digital yang positif. Guru memiliki bekal untuk merancang kegiatan, menyusun tindak lanjut, melaksanakan edukasi, dan mengevaluasi perkembangan literasi digital peserta didik secara berkelanjutan.