PELATIHAN SISWA CHAMPION, PROGRAM LITERASI DIGITAL CERDAS DAN SEHAT UNTUK REMAJA TAHUN 2026

Tahukah Sobat GenLit!

Perkenalkan saya Neli Ariyani dari XI DKV, perwakilan siswa champion dari SMK Negeri Dander. Pada tanggal 15 Juni 2026 saya mengikuti kegiatan Pelatihan Siswa Champion Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja Tahun 2026. Pelaksanaan program ini dilaksanakan di Stikes Maboro Bojonegoro. Ada 20 perwakilan sekolah dimana setiap sekolah diwakili satu siswa dan satu guru untuk mengikuti pelatihan ini. Antara kegiatan guru dan siswa dilaksanakan diruangan yang berbeda.

Adapun teknis pelaksanaannya kami diminta untuk memperkenalkan diri masing-masing peserta siswa champion kemudian kami dibagi berkelompok dengan jumlah 6 siswa setiap kelompoknya. Kami diberikan materi empat proyek siswa antara lain Cyber Scurty Awareness, Anti-Cyberbullying, Etika AI dan Anti-Plagiarisme, Konten Produktif. Mari bersama-sama mengenal materi seputar literasi digital.

Cyber Scurty Awareness adalah upaya untuk membangun kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya melindungi data, perangkat, dan identitas digital dari ancaman didunia maya. Berfungsi untuk melindungi informasi pribadi, mencegah terjadinya hacking, serta menghindari penipuan digitan(phishing). Contoh : membuat sandi\password yang kuat dan aman, mengadakan simulasi cara mengenali tautan(link)palsu atau mencurigakan.

Anti-Cyberbullying adalah gerakan atau kampanye untuk melawan segala bentuk perundungan (intimidasi,pelecehan, atau ejekan) yang terjadi di platform digital dan media sosial. Berfungsi untuk menciptakan lingkungan digital yang aman,sehat, dan mendukung kesehatan mental sesama pengguna internet. Contohnya menyusun cara melaporkan akun yang melakukan perundungan digital, membuat vidio pendek atau infografis tentang dampak buruk komentar negatif di medsos.

Etika AI dan Anti-Plagiarisme adalah edukasi mengenai batasan moral, hak cipta, dan kejujuran akademik dalam menggunakan kecerdasan buatan(AI) serta pentingnya tidak menyalin karya orang lain tanpa izin. Berfungsi untuk menjaga integritas akademik siswa agar tetap krektif dan kritis, serta mencegah ketergantungan penuh pada AI saat mengerjakan tugas. Contohnya membuat presentasi tentang cara menulis sumber yang benar saat menggunakan informasi dari internet atau AI, menyusun kode etik kelas mengenai kapan AI boleh digunakan dan kapan tidak boleh digunakan.

Konten Produktif adalah Pembuatan konten kreatif (seperti video edukasi, tulisan bermanfaat, atau karya seni digital) sebagai alternatif kegiatan positif untuk mengurangi ketergantungan pada gawai (gadget).Berfungsi untuk Mengalihkan kecanduan bermain game atau scrolling media sosial yang pasif menjadi aksi kreatif yang menghasilkan nilai tambah dan menginspirasi orang lain. Contohnya membuat podcast atau video tutorial belajar matematika/bahasa asing yang diunggah ke YouTube, membuat blog berisi rangkuman buku atau ulasan sains sederhana untuk teman-teman sekolah.

Manfaat dari pelatihan ini saya menjadi bertambah semangat belajar terutama dalam pemanfaatan AI dalam pembelajaran disekolah, mengenal lebih dalam tentang literasi digital, menambah teman dan komunitas belajar, memiliki kesempatan untuk tampil dan percaya diri dengan teman-teman dari sekolah lain. Hasil akhir pelatihan yang saya ikuti ini diharapkan bisa melakukan pengimbasan atau mensosialisasikan pengalaman yang telah saya dapatkan kepada teman-teman di SMK Negeri Dander.